Rossa • Okt 31 2025 • 60 Dilihat

Jembrana, 31 oktober – Di setiap sudut desa dan kelurahan di kabupaten Jembrana, hadir sosok berseragam hijau yang bukan hanya simbol pertahanan negara, tetapi juga sahabat sejati rakyat: Babinsa (Bintara Pembina Desa). Jauh dari hiruk pikuk markas besar, para Babinsa berdiri sebagai garda terdepan, menyentuh langsung kehidupan masyarakat, menjembatani kepentingan pusat dan daerah, serta menjadi motor penggerak stabilitas dan pembangunan di wilayah binaan.
Kemanunggalan TNI-Rakyat, Bukan Sekadar Slogan Peran Babinsa melampaui tugas militer konvensional. Mereka adalah wujud nyata dari Kemanunggalan TNI-Rakyat, filosofi yang menempatkan TNI sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat.
Setiap hari, Babinsa turun langsung ke lapangan:
Penyelesaian Konflik : Mereka berperan aktif sebagai mediator, meredam potensi konflik kecil antarwarga sebelum membesar, memastikan suasana desa tetap kondusif dan damai.
Gotong Royong dan Kesejahteraan: Tidak jarang Babinsa terlihat memanggul cangkul membantu petani di sawah, membangun sarana ibadah, atau memperbaiki infrastruktur desa bersama warga. Aksi-aksi ini mempererat ikatan emosional dan meringankan beban masyarakat.
Ketahanan Pangan: Dalam isu ketahanan pangan, Babinsa menjadi pendamping utama para petani. Mereka membantu menyalurkan informasi teknologi pertanian, mendampingi program panen, hingga mengedukasi tentang antisipasi hama, memastikan hasil bumi desa optimal.
“Babinsa adalah mata, telinga, dan tangan TNI di tengah masyarakat. Kehadiran mereka memastikan kedaulatan bukan hanya soal batas wilayah, tetapi juga tentang kesejahteraan dan keamanan setiap individu di desa. Mereka adalah Duta Teritorial yang bekerja tanpa lelah.”
Babinsa Sebagai Inovator Pembangunan Desa Dalam konteks pembangunan, Babinsa bertindak sebagai Inovator Pembangunan Daerah. Tugas mereka tidak hanya berkutat pada keamanan, tetapi juga:
– Sosialisasi Program Pemerintah: Mereka adalah penyambung lidah dari program-program strategis pemerintah, seperti program kesehatan (stunting, Posyandu), bantuan sosial, hingga edukasi Pilkada dan Pemilu yang damai.
– Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Banyak Babinsa yang mendorong pengembangan potensi desa, mulai dari membantu pemasaran produk UMKM lokal, mendukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga memberikan solusi kreatif seperti mengubah lapak kumuh menjadi tempat wisata yang menarik.
– Pendidikan Wawasan Kebangsaan: Di sekolah-sekolah, Babinsa rutin memberikan penyuluhan tentang Bela Negara, anti-narkoba, dan pentingnya disiplin, menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini kepada generasi muda.
-Pilar Utama Keamanan dan Tanggap Bencana :
Di samping perannya dalam pembangunan, fungsi utama Babinsa sebagai pilar keamanan desa tetap menjadi prioritas.
-Sinergi Tiga Pilar: Bekerja sama erat dengan Bhabinkamtibmas (Polri) dan Kepala Desa, mereka membentuk “Tiga Pilar” yang secara efektif melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman dan gangguan keamanan, dari kejahatan konvensional hingga isu radikalisme.
– Aksi Tanggap Bencana: Ketika bencana alam melanda, Babinsa seringkali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi. Dengan sigap, mereka memimpin evakuasi, membantu distribusi logistik, dan berkoordinasi dengan Tim SAR, menunjukkan dedikasi yang tak terhingga bahkan dalam situasi paling berbahaya.
-Dedikasi yang Menginspirasi
Kisah-kisah heroik Babinsa seringkali luput dari pemberitaan utama, namun dampaknya terasa nyata di kehidupan sehari-hari. Mulai dari Babinsa yang rela mengajar di pelosok terpencil, membantu proses kelahiran warga di tengah badai, hingga berhasil menyelesaikan sengketa tanah yang bertahun-tahun tak tuntas. Dedikasi ini menegaskan bahwa Babinsa adalah profesi yang lahir dari hati, berlandaskan pada semangat pengabdian.
Sebagai kesimpulan, Babinsa adalah sosok yang merepresentasikan wajah humanis TNI Angkatan Darat.
Kehadiran mereka adalah jaminan bahwa negara hadir di setiap jengkal tanah, bukan hanya untuk mengamankan, tetapi juga untuk memajukan. Mereka adalah Pahlawan di Garis Depan yang membangun Indonesia dari tingkatan yang paling mendasar: Desa.
Lombok Barat, NTB – Kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan me...
Sumbawa Barat, NTB – Kodim 1628/Sumbawa Barat mengikuti kegiatan Video Conference (Vicon) Rapat Ko...
Sumbawa Barat, NTB – Danramil 1628-01/Taliwang, Kapten Inf Saifulah, menghadiri kegiatan Grand Ope...
Sumbawa Barat, NTB – Danramil 1628-01/Taliwang, Kapten Inf Saifulah, menghadiri kegiatan Grand Ope...
Sumbawa Barat – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H/2026 M, ...
Nagekeo – Babinsa Koramil 1625-04/Mauponggo, Kopda Slamet Rudy Hartono, melaksanakan kegiatan moni...
Pantar Timur, 9 November 2025 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah binaannya, Babinsa Desa Persiapan Tula, Kecamatan Pan...
Reok, 3 November 2025 — Dalam upaya menekan penyebaran penyakit rabies di wilayah Kabupaten Manggarai, berbagai unsur forkopimcam Reok bersama...
KODIM 1605/BELU, Babinsa Desa Naitimu Koramil 1605-06/Halilulik Sertu Buntoro menghadiri sekaligus mendampingi penyaluran Bantuan Langsung Tunai...
Ende – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Koramil 1602-04/Maurole melaksanakan kegiatan Pengamanan Wi...
Kota Bima, 27 November 2025 – Pada Kamis malam, Serka Iksan selaku Babinsa Kelurahan Monggonao memimpin kegiatan patroli siskamling di wilayah...

No comments yet.