Rossa • Mar 07 2026 • 68 Dilihat

Flores Timur – Komandan Kodim 1624/Flotim, Erly Merlian.S.I.P., turun langsung ke lokasi konflik bersama personel TNI bertujuan untuk meredam situasi agar tidak semakin meluas konflik sosial yang terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (06/03/2026).
Kehadiran Dandim bersama personel TNI sesuai dengan undang-undang (UU No. 7 Tahun 2012 dan UU No. 3 Tahun 2025) dengan pendekatan bantuan kepada Polri dan operasi militer selain perang (OMSP). Fokus utama TNI adalah pemulihan situasi dan perlindungan masyarakat, bukan penegakan hukum.
Keributan terjadi antara warga Lewonara, Desa Narasosina dengan warga Dusun Bele, Desa Waiburak. Bentrok antar warga tersebut mengakibatkan sejumlah rumah milik masyarakat terbakar.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, konflik dipicu oleh sengketa tanah ulayat di wilayah perbatasan kedua kampung. Kejadian bermula ketika beberapa warga dari Lewonara, Desa Narasosina datang membersihkan lahan sekaligus mengambil pisang di area yang menjadi lokasi sengketa dan berada dekat dengan Dusun Bele.
Situasi tersebut kemudian memicu ketegangan hingga berujung keributan antarwarga.
Untuk mencegah konflik semakin meluas dan menghindari jatuhnya korban jiwa, Dandim 1624/Flotim Letkol Inf. Erly Merlian, S.I.P. memimpin langsung personel TNI turun ke lokasi kejadian guna menenangkan situasi serta memastikan kondusifitas wilayah tetap terkendali.
Dalam penanganan konflik tersebut, hadir pula Camat Adonara Timur, Wakapolres Flotim serta sejumlah tokoh pemerintah dan tokoh masyarakat setempat yang bersama-sama berupaya menenangkan warga serta mencari jalan penyelesaian terbaik bagi kedua belah pihak.
Dalam kesempatan itu, Dandim menghimbau kepada seluruh masyarakat dari kedua pihak agar tetap tenang dan menahan diri serta tidak mudah terpancing emosi. Ia menegaskan bahwa setiap persoalan memiliki jalan keluar dan tidak perlu diselesaikan dengan tindakan kekerasan.
“Semua persoalan pasti ada solusinya. Jangan sampai kita main hakim sendiri. Kita hidup di negara hukum, sehingga percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menangani persoalan ini,” tegasnya.
Selain itu Dandim 1624/Flotim juga turut mendampingi Wakil Bupati Flotim Bapak Ignasius Boli Uran dalam mengambil langkah mediasi dengan para tokoh masyarakat dari kedua pihak yang berkonflik. Koordinasi juga dilakukan bersama Pemerintah Daerah Flores Timur serta pihak kepolisian dari Kepolisian Resor Flores Timur guna mencari solusi terbaik agar situasi kembali kondusif.
Hingga saat ini aparat TNI dan Polri masih terus melakukan pengamanan serta pemantauan di lokasi guna memastikan kondisi tetap aman dan mencegah terjadinya konflik lanjutan.
(Pendim 1624)
NTT_SUMBA BARAT DAYA – Komandan Kodim 1629/Sumba Barat Daya, Letkol Inf. Yoyok Widianto, memberika...
Sumba Timur – NTT. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil 04/Ta...
Sumba Timur – NTT. Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Mas Ud, menghadir...
Sumba Timur – NTT. Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Babinsa Koramil 06/K...
Sumba Timur-NTT. Babinsa Koramil 05/Waingapu, Kodim 1601/Sumba Timur, Serka Kawau Bara Nggeding mela...
Rote Ndao – Babinsa melaksanakan pemantauan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP...

Babinsa Desa Lekunik, Serka Ishak Manafe, melaksanakan monitoring wilayah sekaligus memantau pendistribusian material dan pengawasan pembangunan...
Rote Ndao, 23 April 2026 — Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Koptu Yoseph Gunawan Seran, melaksanakan pemantauan terhadap kegiatan perakitan be...
Sumbawa Barat, NTB – Upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran penyakit rabies terus ditingkatkan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Babinsa...
Gianyar – Petak, Rabu (26/11/2025) Babinsa Desa Petak Koramil 1616-01/Gianyar Sertu I Wayan Sudiasta bergerak cepat setelah menerima laporan w...
KODIM 1605/BELU, Di tengah teriknya sengatan matahari siang setelah berjam-jam menyelesaikan pembangunan jalan usaha tani desa, pemandangan hang...

No comments yet.